Buat Kaos Jogja Berkualitas dan Standar Distro

Buat Kaos Jogja Berkualitas dan Standar Distro

Buat kaos Jogja yang bagus dan berkualitas dari segi bahan bisa didapatkan apabila Anda cermat dalam memilih konveksi yang terpercaya. Seperti yang kita tahu, ada dua jenis bahan kain kaos yang umum digunakan, yaitu bahan kaos organik dan sistesis. Bahan kaos organik terbuat dari bahan-bahan alami, seperti kapas yang selanjutnya diolah menjadi katun. Sementara bahan kaos sintesis berasal dari campuran kimiawi yang diproses hingga menghasilkan kaos layak pakai dengan biaya produksi dan harga terjangkau.

Sejalan dengan berkembangnya teknologi, banyak bahan kaos organik yang dikombinasikan dengan bahan sintesis, sehingga menghasilkan varian baru.

Macam-macam Bahan Katun

Berikut macam-macam bahan kaos katun yang sering digunakan oleh pabrik dan konveksi:

  1. Katun Combed

Katun combed merupakan bahan kain kaos yang terbuat dari seratus persen serat kapas alami. Serat benangnya lebih rata dan halus, sehingga penampilannya pun lebih rapi. Hal tersebut dikarenakan bahan kain kaos ini diproses melalui berbagai tahapan yang panjang, salah satunya combing, yaitu menyeleksi bulu-bulu sisa.

Katun combed mempunyai tekstur yang lembut, dingin dan dapat menyerap keringat, jadi sangat nyaman dipakai di Indonesia yang beriklim tropis. Beberapa varian katun combed yang dijual di pasaran ialah 20s, 24s dan 30s.

  1. Katun Carded

Katun carded dibuat dari bahan yang sama dengan katun combed, namun tidak melalui tahapan combing. Jadi, bahan katun combed mempunyai serat benang yang lebih kasar. Selain itu, hasil rajutan serta tekstur bahannya kurang halus dan rata. Meskipun demikian, bahan kaos ini tetap digemari oleh banyak orang karena harganya yang lebih terjangkau dibanding katun combed. Biasanya, katun carded digunakan oleh buat kaos Jogja untuk kaos oblong, kaos promosi, seragam buruh dan sejenisnya.

  1. Katun Viscose

Katun viscose atau CVC (Cotton Viscose) terbuat dari campuran kain katun 55% dan polyester 45%. Karakteristik kain katun viscose ialah elastis, tahan kusut dan tidak mudah melar serta memiliki tingkat susut pola (shrinkage) yang lebih kecil dibanding bahan katun.

  1. Katun Tetteron

Kain katun tetteron atau TC (Tetteron Cotton) merupakan campuran kain katun 35% dan polyester 65%. Karakteristik katun tetteron hampir sama dengan katun viscose, namun sayangnya kurang nyaman bila dipakai sehari-hari karena daya serap keringatnya sangat rendah.

  1. Katun Pique

Katun pique atau juga dikenal dengan lacoste merupakan bahan kaos yang mempunyai pori-pori, maksudnya model rajutan bahan ini terasa dan berpori. Tidak heran apabila katun pique dijadikan sebagai bahan favorit untuk kaos polo karena selain nyaman juga dapat menyerap keringat dengan baik. Biasanya katun pique dibuat dari katun murni, tapi ada juga yang dicampur dengan bahan sintesis polyester.

Katun pique yang terbuat dari seratus persen katun murni rata-rata mempunyai prosentase susut pola yang tak dapat diprediksi. Umumnya, penyusutan kain terjadi pada pencucian pertama.

  1. Katun Bambu

Katun bambu ialah bahan kain kaos model terbaru di dunia konveksi. Serat kain bambu merupakan bahan kaos yang proses pengembangannya paling cerah. Katun bambu juga disebut sebagai hasil revolusi dari indistri pertekstilan sesudah katun, wol, sutra dan lenan. Awalnya, bahan ini hanya digunakan sebagai pembuat produk pakaian dalam, handuk, dasi, sapu tangan, kaos kaki, masker, becover dan popok bayi. Tapi, sekarang telah populer sebagai bahan kaos.

Jenis-jenis Gramasi Kaos Katun

Menurut jenis benang serta setting gramasi di mesin rajutnya, kaos katun terbagi menjadi beberapa varian, yakni 20s, 24s, 30s dan 40s. Semakin kecil angkanya, semakin tebal pula bahan kaosnya, seperti penjelasan di bawah ini:

  1. Gramasi 20s: ketebalan antara 180-220 gram/m2
  2. Gramasi 24s: ketebalan antara 170-210 gram/m2
  3. Gramasi 30s: ketebalan antara 140-160 gram/m2
  4. Gramasi 40s: ketebalan antara 110-120 gram/m2

Memiliki pengetahuan dasar tentang kaos bisa menghindarkan Anda dari penipuan yang dilakukan oleh pihak konveksi. Pengetahuan dasar tersebut bisa berupa jenis bahan yang dipakai untuk membuat kaos, bagaimana jahitannya dan sablon yang diterapkan. Pasalnya, jika memesan kaos secara online kita tidak bisa mengetahui bahan dan bentuknya secara langsung. Jadi, dengan mengetahuinya, Anda tidak akan khawatir ketika hendak buat kaos Jogja.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *