Mengenal Bahan Jogja Polo Shirt

Mengenal Bahan Jogja Polo Shirt

Jika membahas tentang Jogja polo shirt, maka pikiran Anda akan tertuju pada sebuah kaos yang memiliki kerah di bagian atasnya. Memang benar, kaos polo adalah salah satu jenis kaos yang menggunakan kerah pada bagian atas atau disematkan pada bagian leher. Kaos jenis ini biasanya digunakan pada olahraga golf, tenis, atau acara lainnya.

Kaos polo ini memberikan kesan rapi sekaligus semi resmi pada si pemakai, berbeda halnya dengan kaos oblong, dimana pengguna kaos ini terkesan casual, dan juga santai bagi siapa saja yang menggunakannya. Pakaian jenis ini biasanya terdiri atas kaos, kerah di bagian leher, 2 hingga 3 buah kancing di bagian bawah leher, saku di bagian kiri (yang dapat Anda gunakan untuk meletakkan pulpen, atau barang lainnya.

Bahan untuk membuat kaos polo ini juga cukup beragam, antara lain :

Bahan knitting

Bahan knitting atau bahan rajut ini adalah salah satu macam bahan yang biasanya digunakan untuk membuat kaos polo. Bahan knitting ini juga terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain :

  1. Hyget

Walaupun bukan bahan yang direkomendasikan untuk membuat kaos polo, namun ini adalah salah satu bahan yang paling sering dipilih untuk membuat kaos polo. Biasanya bahan ini paling sering dipilih untuk kegiatan pilkada. Alasannya karena bentuknya yang elegan, serta harganya yang murah.

  1. Dri fit

Ini adalah bahan yang paling sering digunakan kedua setelah hyget. Walaupun memang ketika seseorang menggunakan bahan ini akan terasa panas, karena bahan yang digunakan tidak cepat menyerap keringat.

  1. Pe dobel

Bahan pe dobel ini adalah salah satu pilihan tepat untuk membuat kaos Jogja polo shirt, jika dibandingkan dengan 2 bahan yang disebutkan di atas. Bahannya cukup nyaman digunakan, dan biasanya bahan kaos jenis ini digunakan untuk kaos promosi perusahaan, atau untuk event perusahaan.

  1. Cotton cardet

1 tingkat lebih baik dari Pe dobel adalah cotton cardet. Bahan yang satu ini terbaut dari bahan katun yang mampu menyerap keringat dengan cepat. Itu sebabnya, bahan yang satu ini menjadi salah satu rekomendasi ketika membuat polo shirt. Bahan yang satu ini juga mempunyai beragam ketebalan, mulai dari 20s atau yang agak tebal, 24s, gramasi sedang, dan 30s yang gramasinya paling tipis.

  1. Cotton combed

Sama seperti katun cardet atau cotton cardet, cotton combet ini mempunyai 3 tingkat gramasi, mulai dari 20s, 24s dan 30s.  Bahan cotton Combed ini adalah bahan yang paling direkomendasikan ketika Anda ingin membuat kaos polo dengan tambahan sablon ataupun bordir.

Lactose

Selain bahan di atas, bahan lain yang biasanya digunakan untuk membuat kaos polo adalah lactose. Bahan lactose ini juga terdiri atas beberapa macam jenis, antara lain :

–                      Lactose pique PE, CVC, atau bahan katun

Bahan Lactose pique PE, CVC, atau bahan katun ini memang salah satu bahan yang paling direkomendasikan untuk membuat bahan kaos polo. Teksturnya yang halus, dan juga lembut, karena menggunakan serat katun, membuat Anda nyaman menggunakannya. Namun kelemahan dari bahan yang satu ini adalah serat dari bahan tersebut yang mudah menyerap air, sehingga membuat bahan mudah menciut. Salah satu bahan yang paling dianjurkan diantara bahan yang baru saja disebut adalah lactose pique CVC, jenis bahan ini lebih baik, dibandingkan Lactose PE atau cotton.

–                      Lactose cute

Bahan yang satu ini mempunyai serat yang lebih kecil dibandingkan lactose pique CVC dan juga katun.

–                      Waffer

Disebut dengan wafer, karena bentuk serat ini mirip dengan makanan tersebut. Bahan wafer ini sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu CVC dan katun. Bahan jenis ini, terkesan trendi, kalem, dapat menampilkan kesan fornal namun santai, dan pas untuk berbagai kegiatan lapangan atau bahkan acara santai. Namun kelemahan dari bahan Jogja polo shirt ini adalah proses pengerjaannya yang jauh lebih lama, itu sebabnya ketika Anda memesan kaos dengan bahan jenis ini, cenderung lebih lama, walaupun hasil yang akan diterima sangat baik.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *